Laman

Tampilkan postingan dengan label BEKAM BANDUNG. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BEKAM BANDUNG. Tampilkan semua postingan

Jumat, 29 Juli 2022

Manfaat Bekam Membunga Darah Kotor

 

 

Penelitian telah dilakukan untuk mengetahui manfaat dari metode bekam. Salah satunya adalah yang dilakukan terhadap 60 orang gemuk yang rutin melakukan bekam. Ternyata bekam bisa menurunkan tekanan darah dan kolesterol jahat, serta meningkatkan kadar kolesterol baik. Hasil studi yang dimuat dalam BMC Medicine tersebut cukup mengejutkan. Studi lain yang dimuat dalam Journal of the American Medical Association juga menyebutkan orang yang mendonasikan darahnya setiap 6 bulan sekali lebih jarang terkena serangan jantung dan stroke. Para ahli menduga manfaat kesehatan tersebut karena kadar zat besi dalam darah berkurang. Kadar zat besi yang tinggi terkait dengan peningkatan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah.



Manfaat Bekam Menurunkan Rasa Nyeri

 

dibandingkan terapi bekam kering. Hal tersebut sudah penulis buktikan dengan percobaan hewan coba. Terapi bekam basah seperti yang digambarkan pada hadits Nabi atau biasa  disebut hijamah. Hijamah banyak dipraktekkan di negara-negara Timur Tengah, sedangkan terapi bekam kering banyak dilakukan di Cina. Hijamah masuk ke Indonesia diperkirakan bersamaan dengan masuknya agama Islam ke Indonesia. Sedangkan masuknya terapi bekam kering melalui saudagar Cina.

Bagaimana bekam bisa mengurangi nyeri ? Banyak teori yang dikemukakan oleh para ahli. Menurut konsep dan pengobatan tradisional Cina, penyakit disebabkan oleh stagnasi Qi. Bekam menurut pengobatan Cina memperbaiki keseimbangan Yin dan Yang. Menurut Sayed dan kawan-kawan, tekanan negative akibat bekam menyebabkan peningkatan filtrasi kapiler, penumpukan cairan dibawah kulit dan retensi sehingga terekspresinya mediatormediator kimia yang menurunkan nyeri.

Penulis melakukan penelitian bahwa bekam menyebabkan terekspresinya reseptor opioid mu. Reseptor opioid mu ini adalah reseptor yang menangkap endorphin. Pada penelitian sebelumnya dibuktikan bahwa bekam mengekspresikan endorphin. Penulis melakukan penelitian juga yang membandingkan antara ekspresi reseptor opioid mu pada tikus yang di bekam dan tikus yang diberi opioid oral. Ternyata bekam sama efektif dengan pemberian 

opioid oral.